WABAH DIFTERI MELANDA KEC. BUDURAN

Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo telah melansir laporan bahwa jumlah penderita Difteri meningkat tajam setelah libur lebaran yang lalu. Salah satu daerah endemis adalah kecamatan Buduran.  Mengejutkan memang, penyakit yang sebenarnya sudah langka tetapi nyatanya masih juga ada penderitanya. Difteri merupakan salah satu penyakit menular yang menyerang saluran pernafasan dan dapat menimbulkan kematian bila tidak segera diberikan pertolongan. Berikut ini penjelasannya.
Definisi

Difteri adalah suatu infeksi akut pada saluran pernafasan yang disebabkan oleh bakteri penghasil toksin (racun) Corynebacterium diphteriae. Lebih sering menyerang anak2 , terutama yang belum pernah mendapatkan imunisasi.

Penyebabnya?
Penyebabnya adalah bakteri Corynebacterium diphtheriae. Bakteri ini ditularkan melalui percikan ludah yang berasal dari batuk penderita, benda, maupun makanan yang telah terkontaminasi oleh bakteri. Biasanya bakteri berkembangbiak pada atau di sekitar permukaan selaput lendir mulut atau tenggorokan dan menyebabkan peradangan. Beberapa jenis bakteri ini menghasilkan toksin yang sangat kuat, yang dapat menyebabkan kerusakan jantung dan otak.

Gejalanya?
Anak yang terinfeksi kuman Difteri setelah 1-4 hari akan mengalami gejala-gejala infeksi saluran pernafasan bagian atas, seperti:

  1. Demam tinggi + 38°C
  2. Nyeri telan
  3. Pusing, sakit kepala
  4. Mual, muntah
  5. Tampak selaput berwarna putih keabu-abuan (Pseudomembran)
  6. Terdapat pembengkakan pada leher

Gejala-gejala ini disebabkan oleh toksin yang dihasilkan oleh kuman difteri. Jika tidak diobati, toksin yang dihasilkan oleh kuman ini dapat menyebabkan reaksi peradangan pada jaringan saluran napas bagian atas sehingga sel-sel jaringan dapat mati. Sel-sel jaringan yang mati bersama dengan bakteri dan sel darah putih  membentuk suatu membran atau lapisan (pseudomembran) yang berwarna abu-abu kecoklatan, dan biasanya dapat terlihat. Pseudomembran ini tidak mudah robek dan jika dilepaskan secara paksa, maka lapisan lendir di bawahnya akan berdarah. Pseudomembran bisa menyebabkan penyempitan saluran udara atau secara tiba-tiba bisa terlepas dan menyumbat saluran udara, sehingga anak mengalami kesulitan bernafas. Bisa terjadi apneu (henti nafas) dan sianosis (kulit tampak kebiruan karena kekurangan oksigen). Pada difteri yang ringan jarang terbentuk pseudomembran.

Penyakit ini juga dapat menyebabkan beberapa bagian dan fungsi tubuh terganggu, yang jika tidak segera mendapat penanganan yang tepat dapat menyebabkan kematian:

  • Kerusakan pada otot jantung (Miokarditis) yang biasanya terjadi pada hari ke 10-14, tetapi hal ini bisa terjadi kapan saja selama minggu pertama sampai minggu keenam. Kerusakan jantung bisa bersifat ringan, tampak sebagai kelainan ringan pada EKG (rekaman jantung) atau bersifat sangat berat, menyebabkan gagal jantung dan kematian mendadak.
  • Kelumpuhan saraf lengan dan tungkai (neuritis perifer) menyebabkan gerakan menjadi tidak terkoordinasi dan gejala lainnya (timbul dalam waktu 3-7 minggu), kerusakan saraf yang berat bisa menyebabkan kelumpuhan
  • Kerusakan ginjal (nefritis).
  • Bahkan dapat menyerang kulit (difteri kutaneus) dan mata.

Penanganannya?

  1. Pergi ke dokter bila ada gejala Difteri
  2. Ada gejala: dilakukan pemeriksaan Swab (hidung atau tenggorokan)
  3. Hasil pemeriksaan akan diperiksa di laboratorium. Bila terbukti hasil pemeriksaan positif maka bisa diberikan terapi oleh dokter.

Pencegahannya?

  1. Memberikan kekebalan pada anak-anak dengan cara :  Imunisasi DPT/HB untuk anak bayi. Imunisasi di berikan sebanyak 3 kali yaitu pada saat usia 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan. Imunisasi DT untuk anak usia sekolah dasar (usia kurang dari 7 tahun). Imunisasi ini di berikan satu kali. Imunisasi dengan vaksin TD dewasa untuk usia 7 tahun ke atas.
  2. 2Hindari kontak dengan penderita langsung difteri.
  3. Jaga kebersihan diri.
  4. Menjaga stamina tubuh dengan makan makanan yang bergizi dan berolahraga cuci tangan   sebelum makan.
  5. Melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur.
  6. Bila mempunyai keluhan sakit saat menelan segera memeriksakan ke Unit Pelayanan Kesehatan terdekat.

Yang dapat dilakukan bila ada teman, anggota keluarga, tetangga dekat yang menderita difteri?

  1. Hindari kontak langsung dengan penderita difteri atau karier (pembawa) difteri.
  2. Lakukan pemeriksaan kesehatan diri dan anggota keluarga ke fasilitas kesehatan terdekat.
  3. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan rumah.
  4. Penderita Difteri atau karier agar menggunakan masker sampai sembuh.

Semoga keluarga kita semua di lindungi Allah SWT, sehingga bisa melakukan amal ibadah setiap hari dengan maksimal.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s