<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Masjid AL - HIDAYAH CPB-OPB</title>
	<atom:link href="http://masjidalhidayahcpb.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://masjidalhidayahcpb.wordpress.com</link>
	<description>Kumpulan Khutbah Jum&#039;at &#124; Artikel Islam &#124; Media Dakwah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 May 2011 16:31:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='masjidalhidayahcpb.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Masjid AL - HIDAYAH CPB-OPB</title>
		<link>http://masjidalhidayahcpb.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://masjidalhidayahcpb.wordpress.com/osd.xml" title="Masjid AL - HIDAYAH CPB-OPB" />
	<atom:link rel='hub' href='http://masjidalhidayahcpb.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Sholat Khusyuk!, Mengapa Syetan masih bisa menggoda?</title>
		<link>http://masjidalhidayahcpb.wordpress.com/2011/04/02/sholat-khusyuk-mengapa-syetan-masih-bisa-menggoda/</link>
		<comments>http://masjidalhidayahcpb.wordpress.com/2011/04/02/sholat-khusyuk-mengapa-syetan-masih-bisa-menggoda/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Apr 2011 16:13:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>masjidalhidayahcpb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[alhidayahcpb]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah jum'at]]></category>
		<category><![CDATA[shalat berjama'ah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://masjidalhidayahcpb.wordpress.com/?p=323</guid>
		<description><![CDATA[“Bagaimana mungkin orang shalat digoda setan, sehingga tidak bisa khusyu‘? Bukankah saat shalat kita membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an dan doa-doa? Apa setan tidak kepanasan (terbakar) saat kita membaca ayat-ayat Al-Qur’an di dalam shalat?” Itulah daftar pertanyaan pada diri penulis ketika &#8230; <a href="http://masjidalhidayahcpb.wordpress.com/2011/04/02/sholat-khusyuk-mengapa-syetan-masih-bisa-menggoda/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masjidalhidayahcpb.wordpress.com&amp;blog=15265228&amp;post=323&amp;subd=masjidalhidayahcpb&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">“Bagaimana mungkin orang shalat digoda setan, sehingga tidak bisa khusyu‘? Bukankah saat shalat kita membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an dan doa-doa? Apa setan tidak kepanasan (terbakar) saat kita membaca ayat-ayat Al-Qur’an di dalam <a href="http://masjidalhidayahcpb.wordpress.com/2010/08/18/hukum-shalat-tidak-menghadap-kiblat/">shalat</a>?” Itulah daftar pertanyaan pada diri penulis ketika duduk di bangku sekolah menengah atas.<img class="alignright" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRxNZfinyExCx3m1fDwyGZOunPJf8ThtKyfuh_WDM3TjIqL7MiKFg" alt="" width="192" height="132" /></p>
<p align="justify">Tentang godaan setan ketika akan shalat, diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda,</p>
<h2 align="right">إِذَا نُوْدِيَ لِلصَّلاَةِ أَدْبَرَ الشَّـيْطَانُ وَلَهُ ضُرَاطٌ، حَتَّى لاَ يَسْمَعَ التَّأْذِيْنَ، فَإِذَا قُضِيَ النِّدَاءُ أَقْبَلَ، حَتَّى إِذَا ثُوِّبَ بِاالصَّلاَةِ أَدْبَرَ، حَتَّى إِذَا قُضِيَ التَّثْوِيْبُ أَقْبَلَ، حَتَّى يَخْطِرَ بَيْنَ الْمَرْءِ وَنَفْسِهِ، يَقُوْلُ: اُذْكُرْ كَذَا، اُذْكُرْ كَذَا، لِمَا لَمْ يَكُنْ يَذْكُرُ حَتَّى يَظَلَّ الرَّجُلُ لاَ يَدْرِيْ كَمْ صَلَّى<span id="more-323"></span></h2>
<p align="justify"><em>“Ketika adzan dikumandangkan, setan lari terbirit-birit sambil buang angin sehingga dia tidak mendengar suara adzan. Ketika adzan telah selesai diperdengarkan, ia muncul lagi. Pada saat iqamah diperdengarkan, ia kembali lari terbirit-birit. Setelah iqamah selesai, ia muncul lagi dan membisikkan sesuatu ke dalam hati manusia (untuk mencegah manusia khusyu‘ dalam shalatnya) dan membuatnya teringat segala sesuatu apa yang tidak ia ingat ketika belum mengerjakan shalat dan menyebabkan ia lupa berapa banyak (rakaat) shalatnya.”</em> <strong>(HR Bukhari)</strong></p>
<p align="justify">Umumnya jawaban pertanyaan-pertanyaan yang penulis ajukan di atas adalah, “Orang shalat bisa digoda setan karena setan yang menggoda lebih hebat ilmunya. Kalau kita ustadz, maka setan yang menggoda juga level ustadz. Kalau Kyai, ya setan Kyai, Profesor ya digoda setan Profesor, begitu juga dengan yang lain.”</p>
<p align="justify">“Tapi kan, kita membaca dzikir dan ayat-ayat Al-Qur’an. Berarti kalau kita membaca <em>ta‘awwudz, mu‘awwidzatayn (al-falaq dan an-nâs)</em> atau ayat kursi, tetap bisa digoda setan dong. Logikanya bagaimana?” tanya penulis lebih lanjut.</p>
<p align="justify">Dengan terus menuntut ilmu, penulis mengetahui bahwa al-Ghazali telah membahas pertanyaan penulis di atas. Syaikh Sa‘id Hawwa dalam bukunya “Kajian Lengkap Penyucian Jiwa – Intisari Ihya ‘Ulumuddin” menjelaskan dengan gamblang jawaban pertanyaan tersebut, baik dari segi ilmu maupun akal. Ihya ‘Ulumuddin adalah kitab karya seorang ulama besar, Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali.</p>
<p align="justify">Sesungguhya setan memiliki andil dalam memengaruhi jiwa kecuali orang-orang yang dilindungi Allah dan ia datang ke dalam jiwa melalui celah-celah insting (watak serta tabiat), dan syahwat indrawi serta maknawi manusia. Ia sangat mengetahui titik-titik kelemahan manusia.</p>
<p align="justify">Hati ibarat benteng dan setan adalah musuh yang ingin memasuki dan menguasainya. Manusia tidak dapat melindungi benteng dari serangan musuh kecuali dengan menjaga benteng, pintu-pintu masuk serta celah-celahnya. Orang yang tidak mengetahui pintu-pintunya, tidak mungkin dapat menjaganya. Oleh karena itu, mengetahui pintu-pintu masuk setan ke dalam jiwa manusia adalah sarana membentengi jiwa dan menyucikannya.</p>
<p align="justify">Mengusir setan tidak dapat dilakukan kecuali dengan mengetahui pintu-pintu masuknya. Pintu-pintu masuk setan adalah sifat-sifat seorang hamba yang banyak jumlahnya. Adapun pintu-pintu besar yang menjadi jalan utama yang tidak pernah sempit karena banyaknya tentara setan adalah:</p>
<p align="justify">1. Marah dan syahwat</p>
<p align="justify">2. Dengki dan tamak</p>
<p align="justify">3. Banyak makan</p>
<p align="justify">4. Suka berhias dengan pakaian, perabotan dan rumah</p>
<p align="justify">5. Tamak terhadap manusia (menjilat)</p>
<p align="justify">6. Tergesa-gesa dan tidak berhati-hati dalam berbagai perkara</p>
<h3 align="right">الْعَجَلَةُ مِنَ الشَّيْطَانِ وَالتَّأَنِّيْ مِنَ اللهِ</h3>
<p align="justify"><em>Tergesa-gesa adalah dari setan, dan berhati-hati adalah dari Allah. </em><strong>(HR Tirmidzi)</strong> 7. (Terlalu) cinta pada harta 8. Pelit dan takut miskin Seorang teman bertanya, “Apa batasan sehingga seseorang dikatakan pelit? Bagaimana bila orang itu sebenarnya berhemat? Apa pula batasan dermawan? Bila seseorang senang menyumbang dalam jumlah banyak, hal itu baik atau boros?”</p>
<p align="justify">Al-Ghazali menjelaskan bahwa kewajiban dibagi menjadi dua. Pertama, <em>wajib</em> <em>bisy-syar‘i</em>, yaitu kewajiban yang ditetapkan syariat, misalnya membayar zakat, berkurban dan lain-lain. Kedua, <em>wajib</em> <em>bil-murû‘ah wal-‘âdat</em>, yaitu kewajiban menurut kebiasaan masyarakat, seperti membayar iuran atau memberikan sedekah yang pantas.</p>
<p align="justify">Orang yang tidak menunaikan salah satu dari dua kewajiban tersebut dikategorikan pelit. Tentunya, yang tidak memenuhi kewajiban yang ditetapkan syariat dikategorikan lebih pelit.</p>
<p align="justify">Tentang sesuatu yang menurut kebiasaan, misalnya belanja, sedekah, menjamu tamu atau yang lain, bagaimana batasan antara hemat, pelit, dermawan dan boros?</p>
<p align="justify">Para ulama menjelaskan, “Jika hawa nafsu cenderung padanya (menyukainya), maka tinggalkanlah.”</p>
<p align="justify">Jika kita bersedekah dengan jumlah yang cukup banyak sehingga kita merasa bahwa diri kita dermawan, apalagi bila mengharapkan ucapan terima kasih atau pujian, hal ini disebut boros. Sebagaimana dikatakan oleh sebagian ahli ibadah, “Apakah kalian mengira bahwa kedermawanan hanya terletak pada dirham dan dinar?”</p>
<p align="justify">Apabila kita berbelanja melebihi kebutuhan sehingga nafsu condong pada keinginan tersebut, hal ini digolongkan perbuatan boros. Tatkala kita menghemat pengeluaran, misalnya mengurangi uang jajan untuk anak, mengurangi membeli lauk—sampai batas dimana hawa nafsu kita cenderung padanya—maka sifat ini dikategorikan pelit.</p>
<p align="justify">Jika seseorang berkewajiban membayar zakat Rp 1.000.000,- tapi ia membayar Rp 2.000.000,- dengan tujuan bahwa kelebihannya untuk sedekah, sedangkan ia tidak mempunyai perasaan bahwa dirinya orang yang senang beramal, maka orang ini dikatakan dermawan <em>(jawâd)</em>.</p>
<p align="justify">Dengan demikian, semuanya tergantung pribadi masing-masing, tidak bisa disama-ratakan.</p>
<p align="justify">Thalhah bin Abdillah ra. berkata, “Sesungguhnya kami juga sayang kepada harta yang kami miliki seperti sayangnya orang-orang pelit, akan tetapi kami berusaha sabar untuk memberikan harta itu kepada orang lain.”</p>
<p align="justify">Abdullah bin Amr ra. berkata, “<em>Asy-Syu<span style="text-decoration:underline;">hh</span>a</em> (kikir) lebih parah dibandingkan bakhil (pelit). Syuhha adalah selain kikir atas hartanya, juga kikir atas harta orang lain, yaitu ia tidak mau orang lain menikmati harta itu dan berkeinginan agar harta itu diberikan kepadanya. Bakhil adalah pelit atas hartanya sendiri.”</p>
<h3 align="right">خَصْلَتَانِ لاَتَجْتَمِعَانِ فىِ مُؤْمِنٍ: اَلْبُخْلُ وَسُوْءُ الْخُلُقِ</h3>
<p align="justify"><em>Dua perkara yang tidak dimiliki oleh seorang mukmin, yaitu pelit dan perangai buruk.</em> <strong>(HR Tirmidzi)</strong></p>
<h3 align="right">إِيَّاكُمْ وَالشُّحَّ فَإِنَّهُ دَعَا مَنْ كَانَ قَبْلَـكُمْ فَسَفَكُوْا دِمَاءَهُمْ وَدَعَاهُمْ فَاسْتَحَلُّوْا مَحَارِمَهُمْ وَدَعَاهُمْ فَقَطَعُوْا أَرْحَامَهُمْ</h3>
<p align="justify"><em>Jauhilah sifat kikir, karena sifat ini telah mengajak umat-umat sebelum kamu sehinggga mereka saling menumpahkan darah, menodai kehormatan dan memutuskan silaturrahim.</em> <strong>(HR Hakim)</strong></p>
<p align="justify">9. (Terlalu) fanatik terhadap madzhab dan golongan</p>
<p align="justify">10. Mengajak orang awam untuk memikirkan Dzat Allah</p>
<p align="justify">11. Berprasangka buruk terhadap kaum muslimin</p>
<p align="justify">Allah SWT berfirman yang artinya:</p>
<p align="justify"><em>Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.</em> <strong>(QS al-<span style="text-decoration:underline;">H</span>ujurât [49]: 12)</strong></p>
<p align="justify">Itulah pintu-pintu besar setan yang harus kita jaga agar jangan tergelincir ke dalam rayuannya. Jika kita bertanya, “Bagaimana cara mengusir setan, apakah cukup dengan dzikrullâh (mengingat Allah) dan mengucapkan <em>lâ <span style="text-decoration:underline;">h</span>awla walâ qûwata illâ billâh</em>?”</p>
<p align="justify">Terapi hati dalam masalah ini adalah menutup pintu-pintu itu dengan cara membersihkan hati dari semua sifat yang tercela. Memang benar, setan masih memiliki berbagai lintasan di dalam hati, walaupun kita telah mencabut akar sifat-sifat tercela itu. Akan tetapi, ia tidak bisa menetap di dalamnya.</p>
<p align="justify"><strong>Daftar Pustaka:</strong></p>
<ul>
<ul>
<li>Maktabah Syamilah <em>al-Ishdâr ats-Tsâlits</em></li>
</ul>
</ul>
<ul>
<li>Sa‘id Hawwa, asy-Syaikh, “Kajian Lengkap Penyucian Jiwa “Tazkiyatun Nafs” <em>(Al-Mustakhlash fi Tazkiyatil Anfus</em>) – Intisari Ihya ‘Ulumuddin”, Pena Pundi Aksara, Cetakan IV : November 2006</li>
</ul>
<p>Sources From : Ust. Achmad Faisol</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/323/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/323/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/323/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/323/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/323/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/323/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/323/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masjidalhidayahcpb.wordpress.com&amp;blog=15265228&amp;post=323&amp;subd=masjidalhidayahcpb&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://masjidalhidayahcpb.wordpress.com/2011/04/02/sholat-khusyuk-mengapa-syetan-masih-bisa-menggoda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/643987f92ae20a0878b2c52a7d3d28ef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">masjidalhidayah9</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRxNZfinyExCx3m1fDwyGZOunPJf8ThtKyfuh_WDM3TjIqL7MiKFg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Lima Macam Penyebab Rusaknya HATI</title>
		<link>http://masjidalhidayahcpb.wordpress.com/2011/03/21/lima-macam-penyebab-rusaknya-hati/</link>
		<comments>http://masjidalhidayahcpb.wordpress.com/2011/03/21/lima-macam-penyebab-rusaknya-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Mar 2011 01:08:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>masjidalhidayahcpb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[keutamaan masjid]]></category>
		<category><![CDATA[kisah nabi-rasul]]></category>
		<category><![CDATA[perusak hati]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://masjidalhidayahcpb.wordpress.com/?p=317</guid>
		<description><![CDATA[Hati adalah pengendali. Jika ia baik, baik pula perbuatannya. Jika ia rusak, rusak pula perbuatannya. Maka menjaga hati dari kerusakan adalah niscaya dan wajib. Tentang perusak hati, Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan ada lima perkara, &#8216;bergaul dengan banyak kalangan (baik &#8230; <a href="http://masjidalhidayahcpb.wordpress.com/2011/03/21/lima-macam-penyebab-rusaknya-hati/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masjidalhidayahcpb.wordpress.com&amp;blog=15265228&amp;post=317&amp;subd=masjidalhidayahcpb&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hati adalah pengendali. Jika ia baik, baik pula perbuatannya. Jika ia rusak, rusak pula perbuatannya. Maka menjaga hati dari kerusakan adalah niscaya dan wajib.<br />
<img class="alignleft" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTCyRgSjmdqwUxRjI-eX9tzT8GWCkjpWn5rDNR9aFJli9-gQ5BfmA" alt="" width="176" height="155" /><br />
Tentang perusak hati, Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan ada lima perkara, &#8216;bergaul dengan banyak kalangan (baik dan buruk), angan-angan kosong, bergantung kepada selain Allah, kekenyangan dan banyak tidur.&#8217;<br />
<span id="more-317"></span><br />
<strong>Bergaul dengan banyak kalangan</strong></p>
<p>Pergaulan adalah perlu, tapi tidak asal bergaul dan banyak teman. Pergaulan yang salah akan menimbulkan masalah. Teman-teman yang buruk lambat laun akan menghitamkan hati, melemahkan dan menghilangkan rasa nurani, akan membuat yang bersangkutan larut dalam memenuhi berbagai keinginan mereka yang negatif.</p>
<p>Dalam tataran riel, kita sering menyaksikan orang yang hancur hidup dan kehidupannya gara-gara pergaulan. Biasanya out put semacam ini, karena motivasi bergaulnya untuk dunia. Dan memang, kehancuran manusia lebih banyak disebabkan oleh sesama manusia. Karena itu, kelak di akhirat, banyak yang menyesal berat karena salah pergaulan. Allah berfirman:<br />
<em>&#8220;Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zhalim menggigit dua tangannya seraya berkata, &#8216;Aduhai (dulu) kiranya aku mengambil jalan bersama-sama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku, kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Qur&#8217;an ketika Al-Qur&#8217;an itu telah datang kepadaku.&#8221;</em> (Al-Furqan: 27-29).</p>
<p>&#8220;Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertakwa.&#8221; (Az-Zukhruf: 67).</p>
<p><em>&#8220;Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu sembah selain Allah adalah untuk menciptakan perasaan kasih sayang di antara kamu dalam kehidupan dunia ini, kemudian di hari Kiamat sebagian kamu mengingkari sebagian (yang lain) dan sebagian kamu melaknati sebagian (yang lain), dan tempat kembalimu adalah Neraka, dan sekali-kali tidak ada bagimu para penolong.&#8221;</em> (Al-Ankabut: 25).</p>
<p>Inilah pergaulan yang didasari oleh kesamaan tujuan duniawi. Mereka saling mencintai dan saling <a href="https://masjidalhidayahcpb.wordpress.com/wp-admin/post.php?post=309&amp;action=edit">membantu </a>jika ada hasil duniawi yang diingini. Jika telah lenyap kepentingan tersebut, maka pertemanan itu akan melahirkan duka dan penyesalan, cinta berubah menjadi saling membenci dan melaknat.</p>
<p>Karena itu, dalam bergaul, berteman dan berkumpul hendaknya ukuran yang dipakai adalah kebaikan. Lebih tinggi lagi tingkatannya jika motivasi pertemanan itu untuk mendapatkan kecintaan dan ridha Allah.</p>
<p><strong>Larut dalam angan-angan kosong</strong></p>
<p>Angan-angan kosong adalah lautan tak bertepi. Ia adalah lautan tempat berlayarnya orang-orang bangkrut. Bahkan dikatakan, angan-angan adalah modal orang-orang bangkrut. Ombak angan-angan terus mengombang-ambingkannya, khayalan-khayalan dusta senantiasa mempermainkannya. Laksana anjing yang sedang mempermainkan bangkai.</p>
<p>Angan-angan kosong adalah kebiasaan orang yang berjiwa kerdil dan rendah. Masing-masing sesuai dengan yang diangankannya. Ada yang mengangankan menjadi raja atau ratu, ada yang ingin keliling dunia, ada yang ingin mendapatkan harta kekayaan melimpah, atau isteri yang cantik jelita. Tapi itu hanya angan-angan belaka.</p>
<p>Adapun orang yang memiliki cita-cita tinggi dan mulia, maka cita-citanya adalah seputar ilmu, iman dan amal shalih yang mendekatkan dirinya kepada Allah. Dan ini adalah cita-cita terpuji. Adapun angan-angan kosong ia adalah tipu daya belaka.<a href="https://masjidalhidayahcpb.wordpress.com/wp-admin/post.php?post=252&amp;action=edit"> Nabi</a> shalallahu &#8216;alaihi wa sallam memuji orang yang bercita-cita terhadap kebaikan.</p>
<p><strong>Bergantung kepada selain Allah</strong></p>
<p>Ini adalah faktor terbesar perusak hati. Tidak ada sesuatu yang lebih berbahaya dari bertawakkal dan bergantung kepada selain Allah.<br />
Jika seseorang bertawakkal kepada selain Allah maka Allah akan menyerahkan urusan orang tersebut kepada sesuatu yang ia bergantung kepadanya. Allah akan menghinakannya dan menjadikan perbuatannya sia-sia. Ia tidak akan mendapatkan sesuatu pun dari Allah, juga tidak dari makhluk yang ia bergantung kepadanya. Allah berfirman, artinya:<br />
<em>&#8220;Dan mereka telah mengambil sembahan-sembahan selain Allah, agar sembahan-sembahan itu menjadi pelindung bagi mereka. Sekali-kali tidak, kelak mereka (sembahan-sembahan) itu akan mengingkari penyembahan (pengikut-pengikutnya) terhadapnya, dan mereka (sembahan-sembahan) itu akan menjadi musuh bagi mereka.&#8221;</em> (Maryam: 81-82)</p>
<p>&#8220;Mereka mengambil sembahan-sembahan selain Allah agar mereka mendapat pertolongan. Berhala-berhala itu tidak dapat menolong mereka, padahal berhala-berhala itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga mereka.&#8221; (Yasin: 74-75)</p>
<p>Maka orang yang paling hina adalah yang bergantung kepada selain Allah. Ia seperti orang yang berteduh dari panas dan hujan di bawah rumah laba-laba. Dan rumah laba-laba adalah rumah yang paling lemah dan rapuh. Lebih dari itu, secara umum, asal dan pangkal syirik adalah dibangun di atas ketergantungan kepada selain Allah. Orang yang melakukannya adalah orang hina dan nista. Allah berfirman, artinya: <em>&#8220;Janganlah kamu adakan tuhan lain selain Allah, agar kamu tidak menjadi tercela dan tidak ditinggalkan (Allah).&#8221;</em> (Al-Isra&#8217;: 22)</p>
<p>Terkadang keadaan sebagian manusia tertindas tapi terpuji, seperti mereka yang dipaksa dengan kebatilan. Sebagian lagi terkadang tercela tapi menang, seperti mereka yang berkuasa secara batil. Sebagian lagi terpuji dan menang, seperti mereka yang berkuasa dan berada dalam kebenaran. Adapun orang yang bergantung kepada selain Allah (musyrik) maka dia mendapatkan keadaan yang paling buruk dari empat keadaan manusia, yakni tidak terpuji dan tidak ada yang menolong.</p>
<p><strong>Makanan </strong></p>
<p>Makanan perusak ada dua macam.</p>
<p><strong><em>Pertama</em></strong> , merusak karena dzat/materinya, dan ia terbagi menjadi dua macam. Yang diharamkan karena hak Allah, seperti bangkai, darah, anjing, binatang buas yang bertaring dan burung yang berkuku tajam. Kedua, yang diharamkan karena hak hamba, seperti barang curian, rampasan dan sesuatu yang diambil tanpa kerelaan pemiliknya, baik karena paksaan, malu atau takut terhina.</p>
<p><strong><em>Kedua</em></strong>, merusak karena melampaui ukuran dan takarannya. Seperti berlebihan dalam hal yang halal, kekenyangan kelewat batas. Sebab yang demikian itu membuatnya malas mengerjakan ketaatan, sibuk terus-menerus dengan urusan perut untuk memenuhi hawa nafsunya. Jika telah kekenyangan, maka ia merasa berat dan karenanya ia mudah mengikuti komando setan. Setan masuk ke dalam diri manusia melalui aliran darah. Puasa mempersempit aliran darah dan menyumbat jalannya setan. Sedangkan kekenyangan memperluas aliran darah dan membuat setan betah tinggal berlama-lama. Barangsiapa banyak makan dan minum, niscaya akan banyak tidur dan banyak merugi.</p>
<p>Dalam sebuah hadits masyhur disebutkan: <em>&#8220;Tidaklah seorang anak Adam memenuhi bejana yang lebih buruk dari memenuhi perutnya (dengan makanan dan minuman). Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap (makanan) yang bisa menegakkan tulang rusuknya. Jika harus dilakukan, maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya dan sepertiga lagi untuk nafasnya.&#8221;</em> (HR. At-Tirmidzi, Ahmad dan Hakim, dishahihkan oleh Al-Albani).</p>
<p><strong>Kebanyakan tidur</strong></p>
<p>Banyak tidur mematikan hati, memenatkan badan, menghabiskan waktu dan membuat lupa serta malas. Di antara tidur itu ada yang sangat dibenci, ada yang berbahaya dan sama sekali tidak bermanfaat. Sedangkan tidur yang paling bermanfaat adalah tidur saat sangat dibutuhkan.</p>
<p>Segera tidur pada malam hari lebih baik dari tidur ketika sudah larut malam. Tidur pada tengah hari (tidur siang) lebih baik daripada tidur di pagi atau sore hari. Bahkan tidur pada sore dan pagi hari lebih banyak madharatnya daripada manfaatnya.</p>
<p>Di antara tidur yang dibenci adalah tidur antara shalat Shubuh dengan terbitnya matahari. Sebab ia adalah waktu yang sangat strategis. Karena itu, meskipun para ahli ibadah telah melewatkan sepanjang malamnya untuk ibadah, mereka tidak mau tidur pada waktu tersebut hingga matahari terbit. Sebab waktu itu adalah awal dan pintu siang, saat diturunkan dan dibagi-bagikannya rizki, saat diberikannya barakah. Maka masa itu adalah masa yang strategis dan sangat menentukan masa-masa setelahnya. Karenanya, tidur pada waktu itu hendaknya karena benar-benar sangat terpaksa.</p>
<p>Secara umum, saat tidur yang paling tepat dan bermanfaat adalah pada pertengahan pertama dari malam, serta pada seperenam bagian akhir malam, atau sekitar delapan jam. Dan itulah tidur yang baik menurut pada dokter. Jika lebih atau kurang daripadanya maka akan berpengaruh pada kebiasaan baiknya. Termasuk tidur yang tidak bermanfaat adalah tidur pada awal malam hari, setelah tenggelamnya matahari. Dan ia termasuk tidur yang dibenci Rasul Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam .</p>
<p><em>(Disadur dari Mufsidaatul Qalbi Al-Khamsah, min kalami Ibni Qayyim Al-Jauziyyah)</em></p>
<p><strong><em>(Abu Okasha Ainul Haris)</em></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/317/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masjidalhidayahcpb.wordpress.com&amp;blog=15265228&amp;post=317&amp;subd=masjidalhidayahcpb&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://masjidalhidayahcpb.wordpress.com/2011/03/21/lima-macam-penyebab-rusaknya-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/643987f92ae20a0878b2c52a7d3d28ef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">masjidalhidayah9</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTCyRgSjmdqwUxRjI-eX9tzT8GWCkjpWn5rDNR9aFJli9-gQ5BfmA" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Antara Ucapan &#8211; Perbuatan</title>
		<link>http://masjidalhidayahcpb.wordpress.com/2011/03/15/antara-ucapan-perbuatan/</link>
		<comments>http://masjidalhidayahcpb.wordpress.com/2011/03/15/antara-ucapan-perbuatan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Mar 2011 00:43:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>masjidalhidayahcpb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[artikel islam]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah jum'at]]></category>
		<category><![CDATA[Maha Besar Allah]]></category>
		<category><![CDATA[maulid nabi]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://masjidalhidayahcpb.wordpress.com/?p=313</guid>
		<description><![CDATA[Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman: &#8220;Mengapa kalian mengajak orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedangkan kalian melupakan diri (akan kewajib-an)mu sendiri, padahal kalian membaca Al kitab? Maka tidaklah kalian berfikir?&#8221; (Al-Baqarah: 44). Pertanyaan diatas dimaksudkan sebagai teguran yang keras dan kritikan pedas &#8230; <a href="http://masjidalhidayahcpb.wordpress.com/2011/03/15/antara-ucapan-perbuatan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masjidalhidayahcpb.wordpress.com&amp;blog=15265228&amp;post=313&amp;subd=masjidalhidayahcpb&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman: <em>&#8220;Mengapa kalian mengajak orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedangkan kalian melupakan diri (akan kewajib-an)mu sendiri, padahal kalian membaca Al kitab? Maka tidaklah kalian berfikir?&#8221;</em> (Al-Baqarah: 44).<br />
<img class="alignleft" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTorZSaLvEj5-LNfBfqIuESLqkap1_0TxVqKP3hF_edDiVsVNjp" alt="" width="259" height="195" /><br />
Pertanyaan diatas dimaksudkan sebagai teguran yang keras dan kritikan pedas terhadap orang yang <a href="http://masjidalhidayahcpb.wordpress.com/2011/03/09/nasihat-untuk-para-pemimpin/">mengajak kebajikan</a> akan tetapi dia sendiri lalai menjalankan tugas.Para Ulama&#8217; berbeda pendapat tentang arti kata &#8220;Al birr&#8221; (kebajikan)dalam ayat ini di antaranya mempunyai arti: <span id="more-313"></span><br />
Berpegang teguh pada taurat<br />
Mengikuti Nabi Muhammad Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam , yaitu seorang yahudi berpesan kepada kerabatnya secara rahasia agar ia mengikuti Nabi Muhammad Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam ,dengan mengatakan bahwa beliau adalah Rasul yang haq, tetapi dia sendiri tidak mengikutinya,sebagaimana terdapat dalam Shahih Al bukhari (hadits no; 1356) dari Anas radhiyallah &#8216;anhu ia berkata : bahwa ada seorang anak yahudi membantu Nabi Muhammad Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam , ketika anak itu jatuh sakit maka ditengoklah oleh Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam , kemudian beliau duduk disamping kepalanya sambil berpesan: &#8220;Masuklah Islam&#8221;, maka anak itu menolehkan wajah kepada bapaknya yang ketika itu berada di sisinya, langsung saja si bapak menjawab: &#8220;Taatilah Abul Qasim&#8221; dengan serta merta masuk Islam lah anak itu, ketika Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam keluar beliau berkata: &#8220;Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan dia dari api neraka&#8221;.<br />
Shadaqah<br />
Menganjurkan orang lain untuk mengikuti <a href="http://masjidalhidayahcpb.wordpress.com/wp-admin/post.php?post=252&amp;action=edit">Nabi</a> Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam , yaitu sekelompok kaum yahudi memberitahukan kepada manusia tentang kedatangan seorang Nabi dalam waktu dekat,dan mengan-jurkan mereka untuk mengikutinya .<br />
Ketaatan secara umum, maknanya adalah apakah kalian mengajak orang lain untuk taat kepada Allah dan membiarkan diri kalian sendiri ber-maksiat kepadaNya.<br />
Dan masih ada pendapat-pendapat yang lain,tetapi yang paling tepat dari kata &#8216;Albirr&#8221; adalah ketaatan (kebajikan) secara umum sehingga 4 arti yang pertama itu sudah termasuk di dalam-nya.<br />
Ayat ini meskipun dalam konteksnya berkenaan dengan &#8220;orang yahudi&#8221; tetapi maknanya berlaku untuk umum, termasuk siapa saja yang mengajak orang lain untuk berbuat kebajikan dan membiarkan dirinya lalai tidak menger-jakannya.<br />
Bolehkah seseorang mengajak orang lain berbuat kebajikan meskipun ia sendiri tidak melakukannya?<br />
Al Hafizh ibnu Katsir rahimahullah berkata:<br />
&#8220;Maksud ayat ini bahwa Allah mencela mereka atas tindakannya,dan mengingatkan mereka akan kesa-lahannya yang mengenai hak diri mereka sendiri dimana mereka mengajak orang lain berbuat kebajikan tetapi mereka sendiri tidak melakukan-nya, bukan berarti Allah mencela dalam ajakannya agar manusia berbuat kebajikan apabila mereka sendiri tidak mengerjakannya,karena ajakan kepada kebajikan adalah suatu kebajikan dan hal itu wajib atas seorang yang alim (mengetahui), tetapi lebih wajib lagi bagi seorang yang Alim disamping mengajak orang lain berbuat kebajikan dia harus melakukannya pula, tidak boleh meninggalkannya, sebagaimana ucapan Nabi Syuaib alaihis salam (yang tertera di dalam Al-Qur&#8217;an).<br />
&#8220;Dan aku tidak berkehendak untuk menyalahi kalian (dengan mengerjakan) yang aku larang. Aku hanya meng-inginkan perbaikan semampuku. Aku hanya mendapatkan Taufik dengan pertolongan Allah.Hanya kepada Allah aku bertawakal dan hanya kepada Nyalah aku kembali.&#8221; (Surat Huud-88).<br />
Maka,keduanya,baik ajakan kepada kebajikan ataupun perbuatan kebajikan itu sendiri wajib semuanya,tidak menjadi gugur apabila salah satunya telah dilakukan,ini adalah pendapat yang lebih benar diantara dua pendapat para ulama&#8217; Salaf dan Khalaf. Ada sebagian diantara mereka berpendapat bahwa pelaku maksiat tidak boleh melarang orang lain dari maksiatnya. Ini adalah pendapat yang lemah, dan lebih lemah lagi adalah dasar yang mereka pakai sebagai pijakan adalah ayat ini. Padahal ayat ini tidaklah mendukung pendapat tersebut. Dan yang benar adalah seorang yang alim tetap mengajak orang lain berbuat kebajikan meskipun dia tidak melakukannya, dan harus melarang orang lain dari kemungkaran meskipun dia melanggarnya.<br />
Syaikh Abdurrahman Nashir Assa&#8217;di t berkata: &#8220;Barang siapa yang mengajak orang lain berbuat kebajikan sedang dia tidak melakukannya atau melarang orang lain berbuat keburukan sedang dia sendiri tidak melakukannya, hal ini menunjukkan kebodohan dan kekurangwarasan akalnya.Khususnya jika ia mengetahui akan hal tersebut dan telah ditegakkan hujjah atasnya. Ayat ini meskipun turunnya berkenaan untuk bani israil, tetapi berlaku umum untuk setiap orang berdasarkan firman Allah:<br />
&#8220;Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kalian mengatakan apa yang kalian tidak perbuat? Amat besar kebencian disisi Allah bahwa kalian mengatakan apa-apa yang kalian tidak kerjakan.&#8221; (Ash-Shaff: 2-3 ).<br />
Dalam ayat yang telah kami sebutkan di muka (ayat ke 44 dari surat Al-Baqarah )bukanlah berarti jika ia tidak menjalankan apa yang ia katakan kepada orang lain berupa kebajikan maka ia boleh meninggalkan amar ma&#8217;ruf nahi mungkar, tidaklah demikian! Karena ayat ini juga menunjukkan teguran yang keras kepada orang yang meninggalkan dua kewajiban sekaligus sebagaimana diketahui bahwa manusia memiliki dua kewajiban dalam hal ajakan dan larangan, yaitu:<br />
Pertama; kewajiban mengajak dan melarang orang lain. Kedua kewajiban mengajak dan melarang diri sendiri.<br />
Maka meninggalkan salah satunya bukan berarti tidak boleh mengerjakan yang lainnya. Adalah kesempurnaan apabila manusia menjalankan kedua kewajiban semuanya dan merupakan kekurangan yang sempurna jika ia meninggalkan keduanya sedangkan menjalankan salah satunya bukanlah termasuk golongan pertama tetapi juga bukan yang kedua. Sesungguhnya jiwa manusia memiliki tabiat untuk tidak mengikuti orang yang ucapannya bertentangan dengan perbuatannya, bagi mereka mengikuti perbuatan itu lebih membekas dari mengikuti ucapan semata.<br />
Siksaan orang yang ber-Amar ma&#8217;ruf nahi mungkar tetapi tidak melakukanya dan terhadap orang yang meninggalkannya .<br />
Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda, artinya: &#8220;Seseorang didatangkan pada hari kiamat lalu dilemparkan kedalam api neraka, sehingga terurailah ususnya,ia berputar seperti keledai berputar dengan alat penggilingnya,lalu penduduk Neraka berkumpul menghampirinya mereka mengatakan, &#8220;Wahai fulan apa yang terjadi denganmu? Bukankah engkau dahulu mengajak kami berbuat kebajikan dan melarang kami berbuat kemung-karan? Betul, dahulu saya mengajak kalian berbuat kebaikan tetapi saya sendiri tidak melaksanakannya, saya melarang kalian berbuat kemungkaran tetapi saya sendiri melakukannya.&#8221; (HR. Al-Bukhari).<br />
Nasehat dan introspeksi diri<br />
Abu Amr bin Mator berkata: Saya menghadiri majlis Abi Utsman Al hiyari ia seorang yang zuhud ,beliau datang dan duduk ditempat ia biasa memberi nasehat, ia diam saja dalam waktu yang lama alu seseorang yang dikenal dengan sebutan Abul Abbas berseru kepadanya:<br />
&#8220;Bagaimana pendapatmu jika engkau berbicara sedikit tentang diammu? Kemudian Abu utsman berkata:<br />
&#8220;Orang yang tidak bertaqwa meng-ajak manusia untuk bertaqwa<br />
Dokter itu mengobati, lalu bagaimana seandainya dokter itu sendiri sakit.&#8221;<br />
Abu Amr berkata: &#8220;Maka terdengar-lah suara gaduh berupa tangisan dari orang-orang yang hadir&#8221;<br />
Disarikan oleh Abu Abdurrahman, dari buku &#8220;At-Tashil Li ta&#8217;wil At-Tanzil&#8221;, penyusun: Mustafa bin Al adauri, Juz I Halaman: 445- 454</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/313/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masjidalhidayahcpb.wordpress.com&amp;blog=15265228&amp;post=313&amp;subd=masjidalhidayahcpb&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://masjidalhidayahcpb.wordpress.com/2011/03/15/antara-ucapan-perbuatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/643987f92ae20a0878b2c52a7d3d28ef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">masjidalhidayah9</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTorZSaLvEj5-LNfBfqIuESLqkap1_0TxVqKP3hF_edDiVsVNjp" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Nasihat Untuk Para Pemimpin</title>
		<link>http://masjidalhidayahcpb.wordpress.com/2011/03/09/nasihat-untuk-para-pemimpin/</link>
		<comments>http://masjidalhidayahcpb.wordpress.com/2011/03/09/nasihat-untuk-para-pemimpin/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Mar 2011 14:51:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>masjidalhidayahcpb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fatwa Kyai]]></category>
		<category><![CDATA[al hidayah]]></category>
		<category><![CDATA[al qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[keutamaan masjid]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah jum'at]]></category>
		<category><![CDATA[Maha Besar Allah]]></category>
		<category><![CDATA[maulid nabi]]></category>
		<category><![CDATA[shalat berjama'ah]]></category>
		<category><![CDATA[tafsir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://masjidalhidayahcpb.wordpress.com/?p=309</guid>
		<description><![CDATA[Definisi Nasihat Nasihat secara etimologi berasal dari kata nashaha yang berarti khalasa yaitu murni. Adapun nasihat menurut Abu Amr bin Salah adalah menghendaki suatu kebaikan untuk orang lain dengan cara ikhlas baik berupa tindakan atau kehendak Pentingnya Nasihat Dalam pandangan &#8230; <a href="http://masjidalhidayahcpb.wordpress.com/2011/03/09/nasihat-untuk-para-pemimpin/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masjidalhidayahcpb.wordpress.com&amp;blog=15265228&amp;post=309&amp;subd=masjidalhidayahcpb&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Definisi Nasihat </strong><br />
Nasihat secara etimologi berasal dari kata nashaha yang berarti khalasa yaitu murni. Adapun nasihat menurut Abu Amr bin Salah adalah menghendaki suatu kebaikan untuk orang lain dengan cara ikhlas baik berupa tindakan atau kehendak<br />
<img class="alignnone" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSO_JsRSI35-M7hzej12EmEwvO8t8x7GFq6OtP4xZi9C9mCf0-78w" alt="" width="240" height="189" /><br />
<strong></strong></p>
<p><strong>Pentingnya Nasihat</strong><br />
Dalam pandangan Islam, nasihat adalah pilar agama yang sangat penting dan penyanggah kebenaran yang paling fundamental sehingga Rasulullah menegaskan dalam haditsnya: <span id="more-309"></span><br />
Dari Tamim Ad Dary bahwasannya Nabi bersabda:<em>&#8220;Agama adalah Nasihat&#8221;. kami bertanya: Untuk siapa? Beliau bersabda: &#8220;Untuk Allah, KitabNya, Rasul-Nya dan para pemimpin kaum muslimin serta seluruh Umat Islam&#8221;.</em> (H.R Muslim dan An-Nasa&#8217;i )</p>
<p><strong>Nasihat kepada pemimpin </strong></p>
<p>Nasihat terhadap pemimpin adalah permasalahan yang jarang mendapat penjelasan secara baik sesuai dengan asas hukum Al-Qur&#8217;an dan Sunnah Rasul. Sebagian orang terkadang kurang proporsional dan tidak terpuji dalam mengoreksi kekurangan sikap para pemimpin bahkan melanggar kaidah-kaidah dasar islam dalam menegakkan prinsip amar ma&#8217;ruf nahi munkar terdapar para pemimpin, di antara mereka menempuh cara demo, membuat makar politik sehingga tidak jarang menimbulkan kekacauan dan keresahan dan sebagian yang lainnya menempuh cara terorisme.</p>
<p>Menasihati pemimpin termasuk per-kara yang paling diridhai Allah sebagai-mana sabda Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam : <em>&#8220;Sesungguhnya Allah rela terhadap tiga perkara dan benci terhadap tiga perkara; Dia rela apabila kalian menyembah-Nya, perpegang teguh terhadap tali Allah dan meNasihati para pemimpin. Dan Allah benci terha-dap pembicaraan sia-sia, menghambur-hamburkan harta dan banyak pertanya&#8221;.</em></p>
<p><strong>Subtansi Nasihat kepada Pemimpin</strong></p>
<p>Nasihat terhadap para pemimpin berarti membantu mereka dalam menegakkan kebenaran, mentaati mereka dalam kebenaran, mengingatkan mereka dengan cara lembut dan sopan terhadap hak-hak rakyat dan tidak melakukan pemberontakan.</p>
<p>Imam Nawawi berkata bahwa mena-sihati para pemimpin berarti menolong mereka untuk menjalankan kebenaran, mentaati mereka dalam kebaikan, mengingatkan mereka dengan lemah lembut terhadap kesalahan yang mereka berbuat, memperingatkan kelalaian mereka terhadap hak-hak kaum muslimin, tidak melakukan pemberontakan dan membantu untuk menciptakan stabilitas negara.</p>
<p>Imam Al Khattaby berkata bahwa termasuk nasihat terhadap pemimpin adalah shalat berjamaah di belakang mereka, jihad bersama mereka, membayar zakat kepada mereka, tidak keluar dari mentaati mereka tatkala terjadi penyelewengan dan kedhaliman, tidak memuji secara dusta dan selalu mendo&#8217;akan kebaikan untuk mereka.</p>
<p>Dan nasihat yang paling penting adalah mendatangi mereka dalam rangka untuk menyampaikan kekurangan dan kebutuhan umat serta menjelaskan kelemahan para pejabat khususnya hal-hal yang berdampak negatif bagi umat. Mengingatkan agar takut kepada Allah dan hari akherat, mengajak mereka untuk berbuat kebaikan dan melarang tentang kemungkaran serta mendorong mereka agar hidup seder-hana dan wara&#8217;.</p>
<p><strong>Macam-macam pemimpin </strong></p>
<p>Para pemimpin kuam muslimin terbagi menjadi dua:</p>
<p><strong>a. Pemimpin fajir atau jahat</strong></p>
<p>Pemimpin yang fajir atau jahat yaitu pemimpin yang hanya berambisi terhadap kekuasaan belaka, perbuatan mereka tidak pernah sepi dari penganiayaan dan kedhaliman dan tidak segan-segan melibas siapa saja yang mencoba untuk menggoyang kekuasaannya meskipun dia melanggar syari&#8217;at. Tidak adil dalam memberikan hak-hak umat serta boros terhadap harta negara.</p>
<p><strong>Faktor penyebab rusaknya para pemimpin</strong></p>
<ul>
<li>Lemahnya pengamalan prinsip agama.</li>
<li>Senang mengikuti hawa nafsu dan kesenangan dunia belaka.</li>
<li>Sikap kolusi dan nepotisme yang berlebihan.</li>
<li>Teman dan penasihat kepercayaan yang tidak baik atau menjadikan orang-orang kafir sebagai pembantu kepercayaan.</li>
<li>Menyerahkan kekuasaan dan jabatan kepada orang-orang yang tidak berjiwa patriot dan ihklas.</li>
<li>Diktator dalam mengendalikan kekuasaan.</li>
<li>Tekanan internasional terhadap para pemimpin Islam.</li>
<li>Terpengaruh dengan sistim negara-negara kafir dan meninggalkan sistim Islam.</li>
</ul>
<p><strong>b. Pemimpin yang adil lagi bijaksana</strong></p>
<p>Pemimpin yang adil lagi bijaksana artinya selalu mendahulukan kebenaran dan kepentingan umum, sungguh-sungguh dalam menerapkan syariat Islam dan sangat adil lagi bijaksana dalam memberikan hak-hak umat serta hidup sederhana dan tidak berlebihan dalam membelanjakan harta negara.</p>
<p><strong>Cara Menasihati Pemimpin </strong></p>
<p>Islam memiliki etika tersendiri dalam menasihati para pemimpin bahkan mempunyai kaidah-kaidah dasar yang tidak boleh dilecehkan sebab pemimpin tidak sama dengan rakyat. Apabila menasihati kaum muslimin secara umum perlu memakai kaedah dan etika, maka menasihati para pemimpin lebih perlu memperhatikan kaedah dan etikanya.</p>
<p>Dari Hisyam Ibnu Hakam meriwayat-kan bahwa Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda: <em>&#8220;Barangsiapa yang ingin menasihati pemimpin, maka jangan dilakukan secara terang-terangan. Akan tetapi nasihatilah dia di tempat yang sepi, jika menerima nasihat itu, maka sangat baik dan bila tidak menerimanya, maka kamu telah menyampaikan kewajiban Nasihat kepadanya&#8221;.</em> (H.R Imam Ahmad).</p>
<p>Sangat tidak bijaksana mengoreksi kekeliruan para pemimpin lewat mimbar atau tempat-tempat umum sehingga menimbulkan banyak fitnah. Seharusnya menasihati para pemimpin dengan cara lemah lembut dan di tempat yang rahasia sebagaimana yang dilakukan oleh Usamah bin Zaid tatkala menasihati Utsman bin &#8216;Affan bukan dengan cara mencaci-maki mereka di tempat umum atau mimbar.</p>
<p>Imam Ibnu Hajar berkata bahwa Usamah telah menasihati &#8216;Ustman bin &#8216;Affan dengan cara yang sangat bijak-sana dan beretika tanpa menimbulkan fitnah dan keresahan.<br />
Imam Syafi&#8217;i berkata bahwa barang-siapa yang menasihati temannya dengan rahasia, maka dia telah mena-sihati dan menghiasainya dan barang-siapa yang menasihatinya dengan terang-terangan, maka dia telah mempermalukan dan merusaknya.</p>
<p>Imam Al Fudhail bin &#8216;Iyadh berkata: Orang mukmin menasihati dengan cara rahasia dan orang jahat menasihati dengan cara melecehkan dan memaki-maki.<br />
Syaikh Abdul Aziz bin Baz berkata: Menasihati para pemimpin dengan cara terang-terangan lewat mimbar-mimbar atau tempat-tempat umum bukan cara atau manhaj salaf, sebab demikian itu akan mengakibatkan keresahan dan menjatuhkan martabat para pemimpin, akan tetapi manhaj salaf dalam menasihati pemimpin adalah dengan mendatanginya, mengirim surat atau menyuruh salah seorang ulama yang dikenal untuk menyampaikan Nasihat tersebut.</p>
<p><strong>Bersabar terhadap pemimpin yang zhalim</strong></p>
<p>Barangsiapa yang tidak memiliki kemampuan untuk menasihati pemimpin yang zhalim, maka sebaiknya berdiam diri dan bersabar. sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam : <em>&#8220;Barangsiapa yang mendapatkan dari pemimpin sesuatu yang tidak menyenangkan, maka hendaklah bersabar, sesungguhnya barangsiapa yang keluar dari pemimpin, maka meninggal dalam keadaan jahiliyah&#8221;.</em> (HR. Al-Bukhari)</p>
<p>Abdullah Ibnu Abbas berkata: &#8220;Pemimpin adalah ujian bagi kalian, apabila mereka bersikap adil, maka dia mendapat pahala dan kamu harus bersyukur dan apabila dia zhalim, maka dia mendapatkan siksa dan kamu harus bersabar.&#8221;</p>
<p>Imam Nawawi berkata: &#8220;Barangsiapa yang mendiamkan kemungkaran seorang pemimpin tidak berdosa kecuali dia menunjukkan sikap rela, setuju atau mengikuti kemungkaran tersebut.&#8221;</p>
<p><strong>Bekal bagi orang yang mensehati <a href="http://masjidalhidayahcpb.wordpress.com/2011/02/10/raker-pertama-tamir-masjid-al-hidayah-c-opb/">pemimpin</a></strong></p>
<p><strong>1 . Ikhlas dalam memberi nasihat.</strong></p>
<p>Nabi Muhammad bersabda kepada Abdullah bin Amr:&#8221; Wahai Abdullah bin Amr jika kamu berperang dengan sabar dan ikhlas, maka Allah akan membang-kitkan kamu, sebagai orang yang sabar dan ikhlas dan jika kamu berperang karena riya&#8217;, maka Allah akan mem-bangkitkan kamu sebagai orang riya dan ingin dipuji&#8221;. (HR. Abu Daud)</p>
<p>Imam Ibnu Nahhas berkata: Orang yang menasihati pemimpin atau kepala negara hendaknya mendahulukan sikap ikhlas untuk mencari ridha Allah. Barangsiapa yang mendekati pemimpin untuk mencari pengaruh atau jabatan atau pujian maka dia telah berbuat kesalahan yang besar dan melakukan perbutan sia-sia.</p>
<p><strong>2. Menjauhi segala macam ambisi pribadi.</strong></p>
<p>Seorang yang menasihati pemimpin sebaiknya menaggalkan segala ambisi dan keinginan pribadi untuk mendapat-kan sesuatu dari pemimpin atau penguasa. Para ulama salaf telah banyak memberi contoh dan <a href="http://masjidalhidayahcpb.wordpress.com/2011/02/22/maulid-nabi-refleksi-tauladan-nabi-muhammad-saw/">suri tauladan</a>, seperti Sufyan Atsaury, beliau sering menolak pemberian para penguasa khawatir bila pemberian tersebut menghalanginya untuk mengingkari kemungkaran.</p>
<p><strong>3. Mendahulukan sikap kejujuran dan keberanian</strong></p>
<p>Seorang yang ingin menasihati pemimpin atau penguasa hendaknya bersikap jujur dan pemberani sebagai-mana sabda Nabi:&#8221; Jihad yang paling utama adalah menyampaikan kebenar-an kepada pemimpin yang dhalim&#8221;. (HR Abu Daud).</p>
<p><strong>4. Berdoa kepada Allah dengan doa-doa ma&#8217;tsur</strong></p>
<p>Dari Ibnu Abbas bahwa beliau berka-ta: Jika kamu mendatangi penguasa yang kejam, maka berdoalah:<br />
Allah Maha Besar, Allah Maha Tinggi seru semua makhluq-Nya, Allah Maha Tinggi dari semua yang saya takutkan dan khawatirkan. Saya berlindung kepada Allah yang tiada Tuhan yang haq selain-Nya, Dialah yang menahan langit yang tujuh sehingga tidak jatuh ke bumi dengan izin-Nya dari kejahatan hamba-Mu dan para pengikutnya, bala tentaranya dan para pendukungnya baik dari jin atau manusia. Ya Allah jadilah Engkau pedampingku dari kejahatan mereka, Maha Tinggi kekuasaan Allah dan Maha Agung serta Maha Berkah Nama-Nya tiada Tuhan selain Engkau – dibaca tiga kali- (H.R Ibnu Abu Syaibah)</p>
<p>Demikian sekilas penjelasan tentang kaedah dan etika dalam fikih Nasihat khususnya Nasihat kepada para pemimpin kaum muslimin. (Zaenal Abidin).</p>
<p><em>Rujukan: Haqiqatul Amr bil Ma&#8217;ruf wa nahi &#8216;anil Mungkar, Dr. Hamd bin Nasir Al Ammar. Fikih Nasihat, Fariq Qasim.</em></p>
<p><em>posted by QA<br />
</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/309/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masjidalhidayahcpb.wordpress.com&amp;blog=15265228&amp;post=309&amp;subd=masjidalhidayahcpb&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://masjidalhidayahcpb.wordpress.com/2011/03/09/nasihat-untuk-para-pemimpin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/643987f92ae20a0878b2c52a7d3d28ef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">masjidalhidayah9</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSO_JsRSI35-M7hzej12EmEwvO8t8x7GFq6OtP4xZi9C9mCf0-78w" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Maulid Nabi, Refleksi Tauladan Nabi Muhammad SAW</title>
		<link>http://masjidalhidayahcpb.wordpress.com/2011/02/22/maulid-nabi-refleksi-tauladan-nabi-muhammad-saw/</link>
		<comments>http://masjidalhidayahcpb.wordpress.com/2011/02/22/maulid-nabi-refleksi-tauladan-nabi-muhammad-saw/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Feb 2011 14:14:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>masjidalhidayahcpb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pojok Al-Hidayah]]></category>
		<category><![CDATA[al hidayah]]></category>
		<category><![CDATA[al qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[kisah nabi-rasul]]></category>
		<category><![CDATA[maulid nabi]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://masjidalhidayahcpb.wordpress.com/?p=304</guid>
		<description><![CDATA[Maulid Nabi tahun ini jatuh pada tanggal 15 Pebruari 2011. Namun kemeriahan dan berbagai rencana untuk memperingatinya sudah dapat dirasakan oleh seluruh umat muslim sejak sepekan sebelumnya. Demikian pula dengan warga Oma Citra Pesona Buduran yang ingin turut merasakan keindahan &#8230; <a href="http://masjidalhidayahcpb.wordpress.com/2011/02/22/maulid-nabi-refleksi-tauladan-nabi-muhammad-saw/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masjidalhidayahcpb.wordpress.com&amp;blog=15265228&amp;post=304&amp;subd=masjidalhidayahcpb&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQVLbTS2e8upmZ7uNslDJ-dZHtkcoxg_mPZWvUnAcGY0cJL-pYX" alt="" width="240" height="179" />Maulid Nabi tahun ini jatuh pada tanggal 15 Pebruari 2011. Namun kemeriahan dan berbagai rencana untuk memperingatinya sudah dapat dirasakan oleh seluruh umat muslim sejak sepekan sebelumnya. Demikian pula dengan warga Oma Citra Pesona Buduran yang ingin turut merasakan keindahan dari salah satu hari besar Islam, yaitu untuk memperingati kelahiran Rasulullah SAW. Pengurus <a href="http://masjidalhidayahcpb.wordpress.com/2011/02/10/raker-pertama-tamir-masjid-al-hidayah-c-opb/">Ta’mir Masjid Al-Hidayah</a> Perumahan Oma Citra Pesona Buduran menjadi pelaksana dari kegiatan yang ditujukan untuk merefleksi Maulid Nabi tahun ini.<span id="more-304"></span></p>
<p>Berangkat dari kesadaran untuk melaksanakan syi’ar maka pada tanggal 14 Pebruari 2011 diadakan majelis pengajian umum bertema <span style="color:#ff6600;">“DENGAN MEMPERINGATI MAULID NABI MARILAH KITA JADIKAN SURI TAULADAN DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI.”</span> Dilaksanakan di pelataran masjid Al-Hidayah majelis ini dihadiri oleh kurang lebih 150 orang muslimin dan muslimat dari wilayah perumahan Oma Citra Pesona Buduran dan warga sekitarnya.</p>
<p>Acara dibuka dengan lantunan Shalawat Nabi yang dipersembahkan oleh ibu-ibu warga perumahan yang tergabung dalam kelompok musik  Al Banjari asuhan Ustadz Amar dari desa Durung Bedug Sidoarjo. Kelompok Al Banjari yang baru terbentuk bulan Desember 2010 ini mengajak seluruh hadirin mengenang kemuliaan Rasulullah Allaihi Sallam dalam 5 buah lagu pujian dan shalawat. Berikutnya Ketua Ta’mir , Bp. Zaenul Ma’arif, menyampaikan sambutan antara lain ucapan terima kasih kepada seluruh warga dan tamu undangan yang turut hadir di acara malam itu. Beliau juga menyampaikan misi dari pengurus Ta’mir Masjid Al-Hidayah untuk mensukseskan dan memakmurkan masjid dengan kegiatan-kegiatan Islami.</p>
<p>Inti  acara malam itu adalah menyimak tausiyah yang disampaikan  oleh Ustadz M. Zainudin, khusus diundang dari Sepanjang-Sidoarjo.  Berikut intisari  yang beliau sampaikan:</p>
<ol>
<li>Sejak Rasulullah lahir di muka bumi ini Beliau telah melampaui berbagai ujian dari Sang Khaliq. Mulai dari sang ayahanda wafat, paman yang mengasuhNya juga wafat, hingga saat remaja Ia melakukan syiar Islam harus mengalami celaan,fitnah,dari teman bahkan sanak keluaarga. Namun beliau menjalaninya dengan penuh kesabaran.</li>
<li>Sifat sabar yang dimiliki Rasul inilah yang kini harus ditumbuhkan kembali pada diri ummat muslim. Karena sifat sabar selalu diiringi dengan rasa cinta, hingga mampu dan rela melampaui rintangan apapun dalam kehidupan.</li>
<li>Sejarah Islam dan perjuangan Nabi Muhammad SAW sudah ribuan tahun lamanya namun masih diingat bahkan diteladani oleh umat. Hal ini harus dipertahankan melalui kajian Al Quran serta mempelajari sejarah Islam. Di awali dari lingkungan keluarga dan lingkungan terdekat. Iman dan Islam senantiasa menjadi tuntunan umat manusia menjalani hidup di dunia dan bekal di kehidupan akhirat.</li>
</ol>
<p style="text-align:center;"><em>“Barang siapa yang bertemu Aku dan mengimani Aku maka ia adalah orang yang beruntung dan barangsiapa yang tidak bertemu Aku tetapi mengimaniKu ia juga termasuk orang yang beruntung” (HR. Bukhori Muslim)</em></p>
<p style="text-align:center;">Beruntung kita menjadi umat Muhammad ( RAA/Takmir )</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/masjidalhidayahcpb.wordpress.com/304/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masjidalhidayahcpb.wordpress.com&amp;blog=15265228&amp;post=304&amp;subd=masjidalhidayahcpb&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://masjidalhidayahcpb.wordpress.com/2011/02/22/maulid-nabi-refleksi-tauladan-nabi-muhammad-saw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/643987f92ae20a0878b2c52a7d3d28ef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">masjidalhidayah9</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQVLbTS2e8upmZ7uNslDJ-dZHtkcoxg_mPZWvUnAcGY0cJL-pYX" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
