Maulid Nabi, Refleksi Tauladan Nabi Muhammad SAW

Maulid Nabi tahun ini jatuh pada tanggal 15 Pebruari 2011. Namun kemeriahan dan berbagai rencana untuk memperingatinya sudah dapat dirasakan oleh seluruh umat muslim sejak sepekan sebelumnya. Demikian pula dengan warga Oma Citra Pesona Buduran yang ingin turut merasakan keindahan dari salah satu hari besar Islam, yaitu untuk memperingati kelahiran Rasulullah SAW. Pengurus Ta’mir Masjid Al-Hidayah Perumahan Oma Citra Pesona Buduran menjadi pelaksana dari kegiatan yang ditujukan untuk merefleksi Maulid Nabi tahun ini.

Berangkat dari kesadaran untuk melaksanakan syi’ar maka pada tanggal 14 Pebruari 2011 diadakan majelis pengajian umum bertema “DENGAN MEMPERINGATI MAULID NABI MARILAH KITA JADIKAN SURI TAULADAN DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI.” Dilaksanakan di pelataran masjid Al-Hidayah majelis ini dihadiri oleh kurang lebih 150 orang muslimin dan muslimat dari wilayah perumahan Oma Citra Pesona Buduran dan warga sekitarnya.

Acara dibuka dengan lantunan Shalawat Nabi yang dipersembahkan oleh ibu-ibu warga perumahan yang tergabung dalam kelompok musik  Al Banjari asuhan Ustadz Amar dari desa Durung Bedug Sidoarjo. Kelompok Al Banjari yang baru terbentuk bulan Desember 2010 ini mengajak seluruh hadirin mengenang kemuliaan Rasulullah Allaihi Sallam dalam 5 buah lagu pujian dan shalawat. Berikutnya Ketua Ta’mir , Bp. Zaenul Ma’arif, menyampaikan sambutan antara lain ucapan terima kasih kepada seluruh warga dan tamu undangan yang turut hadir di acara malam itu. Beliau juga menyampaikan misi dari pengurus Ta’mir Masjid Al-Hidayah untuk mensukseskan dan memakmurkan masjid dengan kegiatan-kegiatan Islami.

Inti  acara malam itu adalah menyimak tausiyah yang disampaikan  oleh Ustadz M. Zainudin, khusus diundang dari Sepanjang-Sidoarjo.  Berikut intisari  yang beliau sampaikan:

  1. Sejak Rasulullah lahir di muka bumi ini Beliau telah melampaui berbagai ujian dari Sang Khaliq. Mulai dari sang ayahanda wafat, paman yang mengasuhNya juga wafat, hingga saat remaja Ia melakukan syiar Islam harus mengalami celaan,fitnah,dari teman bahkan sanak keluaarga. Namun beliau menjalaninya dengan penuh kesabaran.
  2. Sifat sabar yang dimiliki Rasul inilah yang kini harus ditumbuhkan kembali pada diri ummat muslim. Karena sifat sabar selalu diiringi dengan rasa cinta, hingga mampu dan rela melampaui rintangan apapun dalam kehidupan.
  3. Sejarah Islam dan perjuangan Nabi Muhammad SAW sudah ribuan tahun lamanya namun masih diingat bahkan diteladani oleh umat. Hal ini harus dipertahankan melalui kajian Al Quran serta mempelajari sejarah Islam. Di awali dari lingkungan keluarga dan lingkungan terdekat. Iman dan Islam senantiasa menjadi tuntunan umat manusia menjalani hidup di dunia dan bekal di kehidupan akhirat.

“Barang siapa yang bertemu Aku dan mengimani Aku maka ia adalah orang yang beruntung dan barangsiapa yang tidak bertemu Aku tetapi mengimaniKu ia juga termasuk orang yang beruntung” (HR. Bukhori Muslim)

Beruntung kita menjadi umat Muhammad ( RAA/Takmir )

Iklan

One response to “Maulid Nabi, Refleksi Tauladan Nabi Muhammad SAW

  1. Ping-balik: Nasihat Untuk Para Pemimpin | Masjid AL – HIDAYAH CPB-OPB

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s