Tag Archives: al qur’an

Nasihat Untuk Para Pemimpin

Definisi Nasihat
Nasihat secara etimologi berasal dari kata nashaha yang berarti khalasa yaitu murni. Adapun nasihat menurut Abu Amr bin Salah adalah menghendaki suatu kebaikan untuk orang lain dengan cara ikhlas baik berupa tindakan atau kehendak

Pentingnya Nasihat
Dalam pandangan Islam, nasihat adalah pilar agama yang sangat penting dan penyanggah kebenaran yang paling fundamental sehingga Rasulullah menegaskan dalam haditsnya: Baca lebih lanjut

Iklan

Maulid Nabi, Refleksi Tauladan Nabi Muhammad SAW

Maulid Nabi tahun ini jatuh pada tanggal 15 Pebruari 2011. Namun kemeriahan dan berbagai rencana untuk memperingatinya sudah dapat dirasakan oleh seluruh umat muslim sejak sepekan sebelumnya. Demikian pula dengan warga Oma Citra Pesona Buduran yang ingin turut merasakan keindahan dari salah satu hari besar Islam, yaitu untuk memperingati kelahiran Rasulullah SAW. Pengurus Ta’mir Masjid Al-Hidayah Perumahan Oma Citra Pesona Buduran menjadi pelaksana dari kegiatan yang ditujukan untuk merefleksi Maulid Nabi tahun ini. Baca lebih lanjut

Puisi Sederhana “Bumi Berputar Pada Porosnya”

Bumi berputar pada rotasinya

Tanpa henti tanpa sela

Berkejaran nafas manusia

Coba menggapai semua asanya

Angin pergi dan datang

Mata berkedip dan terpejam

Menyimbolkan sebuah perjalanan

Mencatat kisah demi kisah

Entah saat berhenti atau berjalan

Manusia tak dapat lagi menolak

Cinta kasih kan selalu terkenang

Amal baik tak kan dilupakan

Di bagian sisi bumi kau berada

Kehidupan lain sudah siaga

Di sisi bumi kau tak nampak

Di sanalah segenap cinta kan berjaga.

 

Segenap warga perumahan Citra – Oma Pesona Buduran, Pengurus dan Anggota PKK mengucapkan selamat jalan. Do’a dan harapan terbaik bagi keluarga. Semoga tidak perlu memakan waktu cukup lama bagi kita untuk dapat berjumpa dan berkumpul lagi merangkai perjalanan yang lebih baik. Terima kasih atas semua amal bakti yang telah diberikan.

By. Rahmi A. Zaman

 

Nabi Adam AS

NABI ADAM AS. Lukisan yang menggambarkan Adam dan Hawa. Adam (Ibrani: אָדָם; Arab:آدم, berarti tanah, manusia, atau cokelat muda) (sekitar 5872-4942 SM)[1] adalah dipercaya oleh agama-agama Samawi sebagai manusia pertama, bersama dengan istrinya yang bernama Hawa. Menurut Agama Samawi pula, merekalah orang tua dari semua manusia yang ada di dunia. Rincian kisah mengenai Adam dan Hawa berbeda-beda antara agama Islam, Yahudi, Kristen, maupun agama lain yang berkembang dari ketiga agama Abrahamik ini. Adam menurut Islam Adam hidup selama 930 tahun setelah penciptaan (sekitar 3760-2830 SM), sedangkan Hawa lahir ketika Adam berusia 130 tahun. Menurut ajaran agama Samawi, setiap bayi lelaki dilahirkan bersamaan dengan seorang bayi perempuan (kembar). Adam menikahkan anak lelakinya dengan anak gadisnya yang tidak sekembar dengannya. Menurut Ibnu Humayd, Salamah, Ibnu Ishaq, anak-anak Adam adalah: Cayn dan saudara perempuan, Abel dan Labuda, Ashut dan saudara kembarnya. Seth dan Hazura, Ayad dan saudara perempuan, Balagh dan saudara perempuan, Athati dan saudara perempuan, Tawbah dan saudara perempuan, Darabi dan saudara perempuan, Hadaz dan saudara perempuan, Yahus dansaudara perempuan, Sandal dan saudara perempuan, Baraq dan saudara perempuan, total keseluruhan anak Adam sejumlah 40 anak kembar. Genealogi Genealogi * Syits/Seth kembar Azura * Habil/Abel kembar Labuda/Abudah * Qabil/Qhabil kembar Qalima/Iqlima Ibnu Abi Hatim dari Urwah bin Al Zubayr bahwa Wadd, Suwa, Yaghuth, Ya’uq dan Nasr adalah termasuk anak Adam. Wadd adalah yang tertua dari mereka dan yang paling saleh di antara mereka. Kisah Adam dalam Al-Quran Al-Quran memuat kisah Adam dalam beberapa surat, di antaranya Al-Baqarah [2]:30-38 dan Al-A’raaf [7]:11-25. Penciptaan Adam Artikel utama untuk bagian ini adalah: Penciptaan Adam Setelah Allah SWT. menciptakan bumi, langit, dan malaikat, Allah berkehendak untuk menciptakan makhluk lain yang nantinya akan dipercaya menghuni, mengisi, serta memelihara bumi tempat tinggalnya. Saat Allah mengabari para malaikat akan kehendak-Nya untuk menciptakan manusia, mereka khawatir makhluk tersebut nantinya akan membangkang terhadap ketentuan-Nya dan melakukan kerusakan di muka bumi. Berkatalah para malaikat kepada Allah: “Mengapa engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” (Q.S. Al-Baqarah [2]:30)” Baca lebih lanjut