Tag Archives: khutbah jum’at

Sholat Khusyuk!, Mengapa Syetan masih bisa menggoda?

“Bagaimana mungkin orang shalat digoda setan, sehingga tidak bisa khusyu‘? Bukankah saat shalat kita membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an dan doa-doa? Apa setan tidak kepanasan (terbakar) saat kita membaca ayat-ayat Al-Qur’an di dalam shalat?” Itulah daftar pertanyaan pada diri penulis ketika duduk di bangku sekolah menengah atas.

Tentang godaan setan ketika akan shalat, diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda,

إِذَا نُوْدِيَ لِلصَّلاَةِ أَدْبَرَ الشَّـيْطَانُ وَلَهُ ضُرَاطٌ، حَتَّى لاَ يَسْمَعَ التَّأْذِيْنَ، فَإِذَا قُضِيَ النِّدَاءُ أَقْبَلَ، حَتَّى إِذَا ثُوِّبَ بِاالصَّلاَةِ أَدْبَرَ، حَتَّى إِذَا قُضِيَ التَّثْوِيْبُ أَقْبَلَ، حَتَّى يَخْطِرَ بَيْنَ الْمَرْءِ وَنَفْسِهِ، يَقُوْلُ: اُذْكُرْ كَذَا، اُذْكُرْ كَذَا، لِمَا لَمْ يَكُنْ يَذْكُرُ حَتَّى يَظَلَّ الرَّجُلُ لاَ يَدْرِيْ كَمْ صَلَّى Baca lebih lanjut

Antara Ucapan – Perbuatan

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Mengapa kalian mengajak orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedangkan kalian melupakan diri (akan kewajib-an)mu sendiri, padahal kalian membaca Al kitab? Maka tidaklah kalian berfikir?” (Al-Baqarah: 44).

Pertanyaan diatas dimaksudkan sebagai teguran yang keras dan kritikan pedas terhadap orang yang mengajak kebajikan akan tetapi dia sendiri lalai menjalankan tugas.Para Ulama’ berbeda pendapat tentang arti kata “Al birr” (kebajikan)dalam ayat ini di antaranya mempunyai arti: Baca lebih lanjut

Nasihat Untuk Para Pemimpin

Definisi Nasihat
Nasihat secara etimologi berasal dari kata nashaha yang berarti khalasa yaitu murni. Adapun nasihat menurut Abu Amr bin Salah adalah menghendaki suatu kebaikan untuk orang lain dengan cara ikhlas baik berupa tindakan atau kehendak

Pentingnya Nasihat
Dalam pandangan Islam, nasihat adalah pilar agama yang sangat penting dan penyanggah kebenaran yang paling fundamental sehingga Rasulullah menegaskan dalam haditsnya: Baca lebih lanjut

NI’MAT IMAN DAN ISLAM

Assalaamu’alaikum wr wb

oo 0 oo

Alhamdulillaah.
Alhamdulillaahilladzi arsala rasuulahu bil huda wa diinilhaq liyudlhirahu ‘aladdiini kullih walau karihal kaafiruun.

Asyhadu allaa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariikalah. Wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu warasuuluh, laa nabiyya ba’dah.

Qalallaahu ta’ala fil-quraanilkariim:

‘A’uudzubillaahiminasy-syaithaanirrajiim,
bismillaahirrahmaanirrahiim

يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

Jama’ah jum’ah rahimakumullah,

Marilah kita bertaqwa kepada Allah Subhanahu wa ta’aalaa sebagaimana telah diperintahkan kepada kita melalui firman-Nya tadi, yang artinya:

“Wahai orang-oramg yang telah beriman, bertaqwalah kalian kepada Allah dengan taqwa yang sebenar-benarnya. Dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan beragama Islam.”

Dan firman Allah yang lain,

Inna akramakum ‘indallaahi atqaakum.

Artinya:
“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa.”

Baca lebih lanjut